Showing posts with label 2019 at 02:04PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 02:04PM. Show all posts

Saturday, November 23, 2019

Morales Terancam Absen di Pemilu dan Tak Dapat Amnesti

Jakarta, CNN Indonesia -- Senat Bolivia mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) yang membuka peluang pemilu tanpa keikutsertaan mantan presiden Evo Morales. Dia juga disebut tak akan dapat amnesti alias pengampunan atas dugaan terorisme dan penghasutan.

Persetujuan RUU itu dilakukan setelah pembahasan panjang sejak Sabtu (23/11) pagi.

Paling tidak 32 orang tewas dalam kekerasan yang meletus setelah pemilihan yang disengketakan pada 20 Oktober, dengan blokade pengunjuk rasa menyebabkan kekurangan bahan bakar dan makanan di La Paz dan kota-kota lain.

Senat menyetujui undang-undang yang diusulkan setelah sesi pembahasan yang panjang yang dimulai Sabtu pagi. RUU ini berperan penting karena dapat membatalkan hasil pemilihan 20 Oktober dan memungkinkan pemilu baru.

Poin terpenting dari RUU ini adalah soal pelarangan kandidat yang sudah berkuasa dalam dua periode untuk ikut serta dalam pemilihan di posisi yang sama. Ketentuan Itu akan mencegah Morales untuk ikut serta dalam pemilihan presiden nanti.

Presiden sementara Bolivia Jeanine Anez menolak memberi amnesti bagi Morales.Presiden sementara Bolivia Jeanine Anez menolak memberi amnesti bagi Morales. (Aizar RALDES / AFP)
Pemilu baru dipandang sebagai kunci untuk mengakhiri pergolakan politik yang dinilai sebagai yang terburuk di Bolivia dalam 16 tahun terakhir. Konflik politik ini juga dianggap semakin memperdalam perpecahan antara masyarakat lokal yang setia pada Morales dengan kelas menengah dan atas yang sebagian besar tinggal di kota Bolivia.

Diketahui, Partai Gerakan Sosialisme (MAS) pimpinan Morales memegang kursi mayoritas di kedua majelis.

Morales, yang mengejar masa jabatan keempat, mengklaim menang dalam pemilu bulan lalu. Namun, kelompok oposisi mengatakan penghitungan suara itu curang.

Audit yang dilakukan oleh Organisasi Negara-negara Amerika yang berbasis di Washington menemukan dugaan kecurangan dalam hasil pemilu itu.

Usai kesepakatan di Senat, RUU itu kemudian akan dibawa ke Majelis Rendah untuk disepakati. Setelah itu, Presiden sementara Bolivia Jeanine Anez akan menandatanganinya agar sah menjadi undang-undang.

Tolak Amnesti

Terpisah, Presiden sementara Bolivia Jeanine Anez menolak upaya senator oposisi untuk memberikan amnesti kepada Evo Morales. Sebelumnya, mantan pemimpin negara itu dituduh melakukan penghasutan dan terorisme.

[Gambas:Video CNN]
"Kami dengan tegas menyatakan pemerintah saya tidak akan menganiaya politikus, serikat pekerja, atau pemimpin sipil mana pun," kata Anez kepada wartawan.

"Tetapi pada saat yang sama kami juga jelas bahwa setiap orang yang telah melakukan kejahatan, telah menghina hukum, telah melakukan pelanggaran, tidak akan mendapatkan amnesti," ia menambahkan.

Usulan amnesti itu sendiri dibawa ke Senat oleh partainya Morales, MAS, dengan tujuan untuk menghalangi "proses peradilan" terhadap mantan presiden.

Menteri Dalam Negeri Arturo Murillo pada hari Jumat (22/11) melaporkan Morales atas dugaan penghasutan dan terorisme karena meminta para pendukungnya untuk mempertahankan blokade di negara yang tengah dilanda krisis itu.

(AFP/arh)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/35rfTWk
November 24, 2019 at 02:04PM from CNN Indonesia https://ift.tt/35rfTWk
via IFTTT
Share:

Sunday, November 17, 2019

Sentimen Negosiasi Dagang AS-China Tekan Laju IHSG Pekan Lalu

MARKET REVIEW

Tim, CNN Indonesia | Senin, 18/11/2019 07:04 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- IHSG melemah 0,80 persen dari level 6.177 menjadi 6.128 sepanjang pekan lalu.  Perkembangan negosiasi dagang antara AS-China yang dinamis menimbulkan kekhawatiran di pasar.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/32WIDET
November 18, 2019 at 02:04PM from CNN Indonesia https://ift.tt/32WIDET
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 12, 2019

Sindrom Musim Keempat Guardiola dan Inkonsistensi Man City

Jakarta, CNN Indonesia -- Laju Manchester City hingga pekan ke-12 Liga Inggris tak semulus musim-musim sebelumnya. Skuat asuhan Pep Guardiola itu sudah tiga kali tersandung karena masalah konsistensi.

Kekalahan paling anyar diderita Man City saat takluk 1-3 dari Liverpool di Stadion Anfield, akhir pekan lalu. Dominan menguasai bola, The Citizens tidak cukup tajam soal penyelesaian akhir.

Alhasil tiga gol bisa disarangkan Liverpool melalui Fabinho, Mohamed Salah, dan Sadio Mane. Sedangkan Man City hanya sanggup membalas satu gol melalui sumbangsih Bernardo Silva.

Kekalahan dari Liverpool jadi yang ketiga diderita Man City dari 12 pertandingan. Selain dari Liverpool, racikan Guardiola tak bertuah saat tim asal Manchester itu ditekuk Wolverhampton Wanderers 0-2 dan Norwich City 2-3.

Mitos Musim Keempat Guardiola dan Inkonsistensi Man CityManchester City berselisih sembilan poin dari puncak klasemen yang ditempati Manchester City. (AP Photo/Jon Super)
Rapor ini terbilang buruk untuk Man City jika mengacu torehan musim lalu. Di periode yang sama, Sergio Aguero dkk belum tersentuh kekalahan.

Hasil negatif baru dialami Man City saat Liga Inggris memasuki bulan Desember. Tiga kekalahan diderita sang juara bertahan Liga Inggris dari Chelsea, Crystal Palace, dan Leicester City.

Di musim tersebut, Man City mengakhiri musim dengan empat kali kalah. Pasukan Guardiola musim ini hanya berjarak satu kekalahan dari musim lalu dengan Liga Inggris yang masih berjalan hingga Mei 2020.

Seusai kekalahan dari Liverpool, media-media di Inggris ramai memberitakan rencana transfer klub milik Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyam. Bahkan Daily Mail melansir bahwa manajemen menyiapkan dana 100 juta Poundsterling agar Guardiola bisa belanja pemain baru.

Dana yang tergolong kecil itu bakal digunakan untuk mencari suksesor Vincent Kompany, pengganti David Silva yang akan pergi akhir musim nanti, dan penerus Sergio Aguero yang kian menua.

Problem terbesar Man City sebenarnya ada di lini belakang. Bek termahal Man City, Aymeric Laporte absen hingga awal tahun depan karena cedera lutut parah.

Mitos Musim Keempat Guardiola dan Inkonsistensi Man CityGuardiola menelan kekalahan ketiga bersama Man City di Liga Inggris musim ini. (AP Photo/Jon Super)
Cedera Laporte membuat Guardiola terpaksa menempatkan Fernandinho sebagai bek tengah darurat. Sedangkan di sektor bek kiri, Benjamin Mendy sulit bugar sepanjang musim.

Pilihan makin minim karena Oleksandr Zinchenko harus menepi karena cedera. Oleh karena itu, opsi paling rasional adalah menurunkan Angelino yang sebenarnya jadi pilihan kesekian di sektor tersebut.

Jika menengok ke belakang, inkonsistensi Man City musim ini masuk akal, terutama mengacu pada rekam jejak Guardiola di musim terakhirnya bersama Barcelona.

Sepanjang karier sebagai manajer, Guardiola baru menukangi empat tim yaitu Barcelona B, Barcelona, Bayern Munchen, dan Man City. Dari empat tersebut, hanya Barcelona B dan Munchen yang tidak dilatih pria asal Spanyol sampai musim keempat.

[Gambas:Video CNN]
Guardiola jadi pelatih Barcelona dari 2008 sampai 2012. Total 14 gelar diberikan manajer berusia 48 tahun untuk tim Catalonia.

Tiga musim pertama di Barcelona, Guardiola mencatat sukses besar. Tiga gelar Liga Spanyol dan dua gelar Liga Champions berhasil diberikan untuk Blaugrana.

Namun, tangan dingin Guardiola seperti tak lagi bertuah memasuki musim keempat. Di Liga Spanyol, Barcelona hanya finis kedua karena kalah bersaing dengan rival abadi, Real Madrid.

Di Liga Champions musim yang sama, langkah Barcelona terhenti di babak semifinal. Praktis satu-satunya trofi yang bisa diraih Guardiola pada musim terakhirnya bersama Barcelona hanya gelar Piala Raja.

Mengacu salah satu bagian dari buku yang ditulis oleh Marti Perarnau berjudul 'Pep Confindetial'' terungkap alasan Guardiola meninggalkan Barcelona tahun 2012.

Mitos Musim Keempat Guardiola dan Inkonsistensi Man City
"Pada hari saya melihat cahaya padam di mata para pemain, saya tahu ini waktunya untuk pergi". Kalimat yang mengindikasikan hilangnya rasa lapar gelar para pemain Barcelona.

Catatan buruk Guardiola di Barcelona itu berpotensi besar terulang di Man City musim ini. Setelah memenangi persaingan dengan Liverpool dalam perburuan Liga Inggris musim lalu, pasukan Guardiola justru terancam jadi pecundang.

Selain Liverpool begitu konsisten di awal musim ini, Man City hanya menempati posisi keempat Liga Inggris. Rival sekota Manchester United itu berada di bawah Chelsea dan Leicester City serta terpaut sembilan poin dari Liverpool.

Liga Inggris musim ini memang masih panjang namun Man City dituntut bekerja lebih keras untuk mengikis jarak poin sembari berharap Liverpool kehilangan poin di momen krusial seperti musim lalu. Tetapi jika akhirnya hal itu tidak bisa dilakukan, kutukan musim keempat sepertinya memang belum lepas dari Guardiola.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2q724NN
November 13, 2019 at 02:04PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2q724NN
via IFTTT
Share:

Sunday, January 13, 2019

Demokrat Anggap Jokowi Mirip Camat saat Paparkan Visi Misi

Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil sekjen Partai Demokrat Andi Arief menyebut capres petahana Joko Widodo (Jokowi) mirip seorang camat saat memaparkan visi dan misinya. Politikus yang terkenal dengan pernyataannya 'jenderal kardus' itu Jokowi menilai Jokowi sekadar menerangkan laporan-laporan kerja.

"Paparan Jokowi mirip camat bicara dengan warga. Laporan kerja-kerja teknis," tutur Andi Arief melalui pesan singkat, Minggu (13/1).

Diketahui, Jokowi menjelaskan visi dan misinya dan ditayangkan sejumlah stasiun televisi pada Minggu (13/1) malam.


Menurut Andi, seharusnya Jokowi menjelaskan gambaran besar Indonesia yang diinginkan ketika bicara tentang visi. Soal misi, kata Andi, adalah bagaimana cara mencapai atau merealisasikan visi.

"Sebagai bangsa kita tidak tahu akan dibawa ke mana," lanjutnya.

Andi menilai itu yang dinantikan semua pihak. Bukan laporan-laporan kerja. Pada kesimpulannya, kata dia, penampilan Jokowi tidak memuaskan kala menjelaskan visi dan misinya.

"Kalau cuma laporan kerja teknis, serahkan saja pada pembantu atau menteri teknis," kata Andi.

Andi Arief Sebut Jokowi Mirip Camat saat Paparkan Visi MisiAndi Arief saat dirangkul Prabowo Subianto usai polemik sindiran 'Jenderal Kardus' (CNN Indonesia)

Pemaparan visi-misi Jokowi pada Minggu (13/1) malam disiarkan oleh sejumlah stasiun televisi swasta.

Dalam paparannya, Jokowi menyampaikan janji-janji pembangunan yang menjangkau lebih banyak kalangan, serta pencapaian-pencapaian periode pertama pemerintahannya. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyoroti soal kemauan politik untuk mengeksekusi pembangunan.

"Kalau bisa putuskan di lapangan karena kondisinya harus diputuskan cepat, ini putusan politik yang kadang-kadang harus tegas, nabrak dan menyelesaikan itu di lapangan," kata Jokowi, dalam acara bertajuk 'Visi Jokowi', dikutip dari Antara.


Jokowi mengatakan banyak hal di lapangan yang sebenarnya masalah sederhana. Namun, ketiadaan keputusan membuat proyek tersebut berhenti. Contohnya, proyek Tol Bocimi (Bogor Ciawi Sukabumi).

"Sudah 26 tahun tidak ada progress kemudian sejak 2017 kita kerjakan alhamdulilah sudah 15 kilometer dan kita harapkan lanjut sampai ke Sukabumi dan setelat-telatnya selesai 2020," kata Jokowi menegaskan.

Paparan visi-misi dilakukan Jokowi itu tak lepas dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tidak memfasilitasi capres-cawapres memaparkan visi dan misi. Kendalanya adalah masing-masing timses memiliki pandangan berbeda soal konsep acara.

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto juga berencana memaparkan visi dan misi di ruang terbuka. Dia bakal menjelaskan apa yang akan dilakukan jika terpilih pada Pilpres 2019 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center pada Senin malam (14/1).

(bmw/ain)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AHyAbq
January 14, 2019 at 02:04PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2AHyAbq
via IFTTT
Share: