Showing posts with label 2018 at 04:43AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 04:43AM. Show all posts

Monday, December 24, 2018

Rumah Bupati Lampung Selatan Dijadikan Crisis Center

Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendirikan pusat informasi satu pintu atau crisis center di rumah Bupati Lampung Selatan di Kalianda, menyusul penanganan bencana tsunami Selat Sunda, Sabtu (24/12). Crisis center dibentuk kemarin malam, Minggu (23/12).

"Bukannya tidak ada (crisis center), tapi baru kami bentuk malam Senin di rumah Bupati, kejadian kan malam Minggu ya," kata Kepala BPBD Lampung Selatan Ketut Sukerta saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (24/12).

Dengan didirikannya pusat informasi tersebut, Sukerta mengatakan sekarang seluruh masyarakat sudah dapat menggali informasi mengenai bencana tersebut di sana.

Sebelumnya, berdasarkan pantauan koresponden CNN Indonesia TV Abdur Rahim yang melaporkan langsung dari sekitar lokasi, bahwa kawasan tersebut belum punya crisis center. Dari laporannya, hingga kini belum ada data pasti terkait jumlah korban meninggal dunia, luka-luka atau bahkan yang belum ditemukan.

"Jumlah korban meninggal belum terkonfirmasi, yang menjadi masalah di sini belum ada posko atau crisis center informasi satu pintu, baik untuk keluarga yang mencari anggotanya juga awak media yang butuh untuk mengabarkan informasi," Abdur dalam laporannya siang tadi.

Kondisi Lampung Usai Diterjang Tsunami

Lebih lanjut, Sukerta mengatakan dampak paling parah ada di tiga wilayah pesisir seperti Kunjir, Way Muli, dan Canti.

Selain daerah yang porak poranda akibat gulungan ombak, korban jiwa paling banyak juga berasal dari tiga kawasan tersebut. Sukerta mencatat hingga pagi tadi sudah ada 60 orang ditemukan meninggal dunia, 22 orang hilang, dan 258 orang luka-luka.

"Jadi di sana memang yang paling parah ya. Tapi korban yang terdata ini masih warga lokal saja," ujar Sukerta.


Sukerta menambahkan proses evakuasi di wilayah-wilayah terparah itu sudah berjalan lancar. Katanya ini juga karena bantuan dari para pelaku usaha yang memiliki alat berat sehingga jalur-jalur tertutup akibat material rumah dan kayu-kayu bisa disingkirkan.

Selain itu Sukerta mengatakan bantuan makanan, pakaian, serta obat-obatan untuk para korban bencana juga mulai berdatangan.

"Banyak (bantuan) kami terima. Hari ini juga sudah banyak berdatangan ke posko kami. Tapi kami tidak tahu itu bantuan dari mana saja," kata Sukerta.

(ain/ain)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BGbLEL
December 25, 2018 at 04:43AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2BGbLEL
via IFTTT
Share:

Monday, December 10, 2018

Pasar Mammesa, Promosi Kearifan Lokal Lewat Digital

Jakarta, CNN Indonesia -- Potensi yang dimiliki Enrekang perlu dikenalkan kepada dunia luar, salah satunya lewat destinasi digital yakni Pasar Mammesa yang diluncurkan pada Minggu (9/12).

Aktivitas perdana pasar itu dibuka langsung oleh Bupati Enrekang Muslimin Bando.

Ketua GenPI Enrekang Hardiono mengatakan bangga dengan berdirinya Pasar Mamesa. Menurutnya, potensi yang dimiliki Enrekang perlu dikenalkan kepada dunia luar.

"Melalui destinasi digital Pasar Mammesa, GenPI bisa mengenalkan kuliner, kebudayaan, dan keindahan alam Enrekang kepada khalayak ramai," ujarnya.


Hardiono melanjutkan salah satu kekuatan destinasi digital adalah melalui media sosial karena bisa viral, baik itu di Instagram, Facebook maupun di Twitter.

"Itu sebabnya adalah tepat mempromosikan kearifan lokal melalui destinasi digital," ujarnya.

Hardiono menambahkan, sesuai pesan Bupati Enrekang saat peresmian Pasar Mammesa, anak-anak GenPI Enrekang menjadi ujung tombak untuk memajukan pariwisata.

"Itu sebabnya Bapak Bupati menyambut baik dibukanya destinasi digital Pasar Mammesa ini," kata Hardiono.

Peluncuran Pasar Mammesa sendiri berlangsung meriah. Ada pementasan musik bambu 'Bas dan Barutung' serta akustik Nyaman Grup.

Tak tanggung-tanggung, 2 ribu pengunjung yang datang memenuhi lokasi pasar di kawasan wisata alam Dante Pine itu. Mereka tampak menikmati kuliner lokal yang disajikan di sepuluh stan yang ada di pasar itu.

Ada Nasu Cemba, Baro'bo Soso', Dangke, Cindolo Tape, Ketan Mandoti, Kopi kalosi dan masih banyak lagi. Ada juga dua tenant kreatif yaitu Kerajinan tangan Baje' dan Sarabba.

Tak hanya itu, pengunjung juga dimanjakan dengan beragam wahana yang tersedia. Beberapa di antaranya adalah Tarzan Swing, Zip Bike, Paint Ball, dan juga Camping Area.

Hardiono menambahkan, Pasar Mammesa juga menyediakan banyak spot foto, cukup dengan harga tiket Rp8 ribu. Dia menuturkan dengan harga relatif murah, pengunjung sudah bisa menikmati suasana unik destinasi digital yang buka setiap Minggu pukul 14.00-21.00 WITA itu.

"Semoga kehadiran pasar Mammesa menjadi alternatif wisata baru di Enrekang. Selain itu, kehadirannya juga bisa menggeliatkan perekonomian dari masyarakat sekitar," tutupnya.


Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan apresiasi terhadap pasar tersebut.

"GenPI harus memperlihatkan eksistensinya. Buktikan jika GenPI tidak hanya hebat di dunia online, tetapi juga dalam aktivitas offline. Salah satunya lewat destinasi digital," katanya.

(egp/stu)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zUqFqN
December 11, 2018 at 04:43AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2zUqFqN
via IFTTT
Share:

Sunday, November 25, 2018

Serikat Guru Sebut Profesinya Rentan Dipolitisasi

Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pengawas Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan profesi guru masih menjadi suara yang potensial untuk dipolitisasi.

"Suara guru sangat rentan dipolitisasi, karena bisa menarik bukan hanya suara dia (guru) tapi suara muridnya juga," kata Retno di Gedung LBH, Jakarta, Minggu (25/11).

Retno mencontohkan, di Pilpres mendatang, profesi guru memiliki suara sebesar 3,2 juta. Namun, jumlah tersebut dapat meningkat lebih dari dua kali lipat, mengingat guru dapat memiliki pengaruh pada muridnya, terutama yang sudah memiliki hak pilih.

"Jadi membidik guru bukan 3,2 juta, tapi puluhan juta, karena selain guru punya keluarga, guru punya murid. Jadi ini sangat potensial, maka tidak heran jika politisi akan terus mengangkat isu guru," kata Retno.


Guru, kata Retno, secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi pola pikir dan arah politik muridnya. Bahkan keluarga para murid, apalagi jika guru tersebut menjadi idola di sekolah.

"Guru-guru yang banyak pengikut, yang menjadi rujukan untuk kritis, ketika memiliki pilihan akan mempengaruhi murid karena yang bahaya ini guru sangat didengar sekali oleh muridnya," kata dia.


Untuk itu, kata Retno, agar tak terjadi politisasi di ranah pendidikan khususnya terkait profesi guru ini, komunikasi orang tua dengan anak harus digencarkan. Sosialisasi terhadap murid untuk aktif melapor jika terjadi pelanggaran pun perlu digencarkan. Dengan demikian, menurut dia, para murid tak akan dengan mudah terpapar politisasi yang semula diberikan kepada guru atau tenaga pengajarnya.

"Kalau guru sudah kampanye di kelas, siswa harus berani lapor ke orang tua, dan kepala sekolah. Ini jelas pelanggaran etis, tapi jangan dibawa ke pidana. Kepala sekolah bisa bergerak memberikan sanksi," kata dia. (tst/agi)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ztumDw
November 26, 2018 at 04:43AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2ztumDw
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 20, 2018

Lima Besar Box Office Korea Pekan Ini

Jakarta, CNN Indonesia -- Pekan ini, dua jajaran teratas box office Korea dikuasai film dari Amerika Serikat.

Film fiksi ilmiah dari skenario J.K Rowling Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald berada di puncak diikuti dengan film biografi 'Bohemian Rhapsody'.

Film lokal 'Intimate Stranger' tergeser ke posisi ketiga kala memasuki minggu ketiga penayangannya.

Selanjutnya, boyband Korea Selatan yang tengah naik daun, Bangtan Boys (BTS) menguasai box office di posisi ke-empat dengan film 'Burn The Stage: The Movie' hanya dalam waktu 4 hari penayangan.


Di sisi lain, film lokal 'Unstoppable' itu nampaknya akan sukses dengan mudah setidaknya di negeri sendiri.

Sebab, belum rilis saja, film bertemakan kriminal ini sudah menempati posisi ke-5 meski jaraknya cukup jauh dengan BTS.

Melansir data Dewan Perfilman Korea, berikut lima besar box office Korea pada pekan ini.

Unstoppable

Mendekati perilisannya pada 22 November, 'Unstoppable' meningkat tajam dari posisi ke-20 pekan lalu.

Hingga kini menduduki posisi ke-5 box office akhir pekan ini walaupun angkanya jomplang dari posisi ke-4.

Akhir pekan kemarin, US$449 ribu atau Rp6,5 miliar berhasil terkumpul dari 57 ribu tiket yang sudah berhasil terjual di 311 layar.

Secara keseluruhan, film thriller ini meraup US$605 ribu atau Rp8,8 miliar.

[Gambas:Youtube]

Burn The Stage: The Movie

Kepopuleran BTS nampaknya dengan mudah mendorong penjualan tiket filmnya sendiri. Sejak penayangannya 15 November, sudah 235 ribu tiket terjual dengan penghasilan US$1,7 juta atau setara dengan Rp25,9 miliar dari hanya 210 bioskop.

Akhir pekan kemarin, film yang bercerita tentang cerita di balik layar konser pelantun 'Idol' ini langsung mengantongi US$1,2 juta atau Rp17,9 miliar.

Keberhasilan ini sekejap mendepak film lokal Korea lainnya 'Gom-taeng-I', 'The Wrath', serta film ikonis 'Harry Potter And The Socrerers Stone'.

[Gambas:Youtube]


Intimate Strangers

Film komedi romantis asal Korea Selatan masih bertahan di posisi tiga besar, meski tersingkir dari tahta nomor satu box office Korea pekan lalu oleh dua film Amerika Serikat.

Nampaknya kehadiran 'Fantastic Beasts' dan 'Bohemian Rhapsody' langsung menyedot calon penonton film garapan Lee Jae Gyu ini.

Pasalnya, meski masih mendapat US$3,8 juta atau senilai dengan Rp56 miliar dari 498 ribu tiket di akhir pekan kemarin, perolehan ini turun sekitar 51 persen dari akhir pekan lalu.

Namun, film yang dibintangi Jo Jung Suk itu telah menjual 4,3 juta tiket yang berarti telah mengantongi US$32,5 juta atau senilai dengan Rp474 miliar.

[Gambas:Youtube]

Bohemian Rhapsody

Film yang berkisah tentang perjalanan hidup penyanyi legendaris Freddie Mercury masih bertahan di posisi kedua dalam penayangan dua minggu terakhir.

Rilis sejak 31 Oktober, 'Bohemian Rhapsody' sukses mengumpulkan US$24,7 juta atau setara dengan Rp361 miliar dari 3,1 juta tiket yang laris terjual.

Seakan tak lekang oleh waktu, film tentang band Queen ini malah menunjukkan peningkatan pendapatan dibanding pekan sebelumnya.

Meski peningkatannya tak signifikan, yakni kurang dari satu persen, akhir pekan minggu ketiga penayangan film ini mengumpulkan US$6,5 juta atau berkisar Rp95 miliar lewat 816 ribu tiket yang terjual.

[Gambas:Youtube]

Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald

Sekuel kedua film 'Fantastic Beasts' menjadi pesaing yang sangat kuat di jajaran box office Korea Selatan pekan ini.

Hal ini terlihat ketika memasuki hari ke-5 penayangan, film waralaba serial 'Harry Potter' itu berhasil menjual lebih dari 1,5 juta tiket dengan perolehan US$11,8 juta atau senilai dengan Rp172,5 miliar.

Bahkan puncaknya pada akhir pekan kemarin, film yang dibintangi Eddie Redmayne itu meraup US$8,1 juta yang setara dengan Rp119,6 miliar dari sejuta tiket yang terjual.

[Gambas:Youtube] (tsy/end)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2S9cPrt
November 20, 2018 at 04:43AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2S9cPrt
via IFTTT
Share: