Showing posts with label 2018 at 05:41AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 05:41AM. Show all posts

Saturday, December 29, 2018

Rekomendasi Serial Drama Korea Rilis Paruh Pertama 2019

Jakarta, CNN Indonesia -- Serial drama dari Korea Selatan alias drakor selalu membuat penasaran dan ketagihan bagi para penggemarnya. Begitu pula pada 2019 mendatang, ada banyak judul serial drakor yang bakal rilis.

Di antara banyaknya judul dan tema yang rilis pada paruh pertama 2019, kami memilih sejumlah drakor yang tak boleh Anda lewatkan.

'Kingdom'

'Kingdom' dari Netflix adalah drama Korea yang paling dinantikan pada 2019. Berlatar era Joseon, serial ini mengisahkan kekacauan politik kerajaan serta sebuah wabah aneh yang menyerang dan membuat penderitanya menjadi zombie.

Diperankan oleh Ju Ji Hoon, 'Kingdom' ditulis oleh Kim Eun Hee yang menuai pujian berkat serial karangannya, 'Signal'. Drama ini akan rilis pada 25 Januari 2019.

[Gambas:Youtube]

'Asadal Chronicles'

Menggandeng nama-nama besar seperti Song Joong Ki dan Kim Ji Won, serial 'Asadal Chronicles' menjadi salah satu drama Korea yang paling dinanti pada 2019.

Dikisahkan, drama ini tentang sejarah epik dan memiliki sentuhan mitologi. Tak banyak informasi yang bisa dikulik soal serial ini selain digarap oleh Kim Won Seok yang pernah terlibat dalam Sungkyunkwan Scandal, Misaeng, dan Signal.

Drama ini dijadwalkan rilis pada paruh pertama 2019.

'Item'

Bagi pencinta hal berbau mistis, serial drakor Item mesti jadi pilihan. Serial ini mengisahkan upaya sepasang pria dan wanita untuk menjawab berbagai hal supranatural yang terjadi di sekitar mereka.

Kang Gon (Ju Ji Hoon) merupakan jaksa panutan yang rela bergelut dengan konspirasi yang berhubungan dengan kekuatan gaib demi keponakannya. Serial ini dikabarkan rilis pada Februari 2019.

[Gambas:Youtube]

'Touch Your Heart'

'Touch Your Heart' mengisahkan pertemuan artis yang tak lagi laku, Oh Yoon Seo (Yoo In Na) bertemu dengan pengacara Kwon Jung Rok (Lee Dong Wook) di sebuah firma hukum.

Yoon Seo terpaksa mengambil lowongan di firma tersebut untuk mendalami perannya dan kembali mereguk ketenaran. Namun pertemuan dengan Kwon Jung Rok ternyata menjadi kisah tersendiri bagi kehidupan Yoon Seo.

Drama ini dijadwalkan rilis pada Januari 2019.

[Gambas:Youtube]

'Dear Citizens'

Aki Choi Siwon kini bukan hanya dapat dinikmati saat di atas panggung, melainkan dalam serial drama terbarunya, 'Dear Citizens'.

Drama yang dijadwalkan rilis pada Maret 2019 ini mengisahkan seorang penipu yang terlibat dalam sejumlah kejadian tak terduga sehingga bisa menikahi seorang perwira kepolisian.

Kejutan dalam hidupnya tak berhenti. Dalam perjalanannya, sang penipu ini justru bertarung di pemilu demi menjadi anggota dewan.


'Abyss'

'Abyss' mengisahkan kejadian aneh yang menimpa seorang penegak hukum cantik yang diperankan Park Bo Young dan seorang pria buruk rupa.

Gara-gara roti aneh, wajah keduanya berubah. Sang penegak hukum menjadi tak lagi cantik, sedangkan si pria buruk rupa menjadi tampan rupawan.

Sang penegak hukum pun tak terima dan melakukan penyelidikan. Namun dirinya menemukan cinta sejati selama proses tersebut. Serial ini dijadwalkan rilis di paruh pertama 2019.

'Vagabond'

'Vagabond' mengisahkan Cha Dal Gun (Lee Seung Gi), seorang aktor pengganti yang bercita-cita terkenal. Namun usai sebuah kecelakaan pesawat, dirinya terlibat dalam sebuah konspirasi nasional yang mengubah hidupnya.

Di sisi lain, Go Hae Ri (Bae Suzy) berjuang keras untuk menghidupi ibu dan adiknya. Dirinya pun mendaftar menjadi agen intelijen negara. Namun ia masih harus menghadapi berbagai drama demi kesejahteraan hidup ia dan keluarganya.

Serial ini akan rilis pada Mei 2019 mendatang.


'Romance is a Supplement' / 'Romance Is a Bonus Book'

Serial komedi romantis ini mengisahkan pertemuan Cha Eun Ho (Lee Jong Suk), seorang pemimpin redaksi sebuah media yang bertemu dengan Kang Dan Yi (Lee Na Young), seorang mantan penulis yang kini bangkrut dan berusaha mendapatkan pekerjaan.

Dirinya kemudian mendapatkan pekerjaan di media milik Cha Eun Ho, namun dengan cara berbohong terkait latar belakangnya. Serial ini dijadwalkan rilis pada 26 Januari 2019.

'Love Alarm'

Perkembangan aplikasi kencan di era modern menjadi dasar inspirasi serial drama Korea Selatan, 'Love Alarm'. Serial ini mengisahkan drama yang terjadi di kalangan anak muda gara-gara aplikasi yang mampu mendeteksi seseorang yang menyukai pengguna dalam radius 10 meter.

Serial yang juga digarap oleh Netflix ini dibintangi oleh Kim So Hyun, Song Kang, Jung Ga Ram, dan tayang pada 2019. (end)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RlEMzr
December 30, 2018 at 05:41AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2RlEMzr
via IFTTT
Share:

Friday, December 21, 2018

Ratna Sarumpaet Kembalikan Uang Pemprov DKI Rp10 Juta

Jakarta, CNN Indonesia -- Tersangka kasus hoaks Ratna Sarumpaet disebut telah mengembalikan uang sponsor yang diberikan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk menghadiri acara The 11th Women Playrights International Conference di Chile.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) DKI Asiantoro mengatakan uang tersebut telah dikembalikan sekitar bulan lalu.

Dana sponsor itu dikembalikan tak lama setelah Disparbud SKI menyurati keluarga dan staf Ratna untuk mengembalikan biaya sponsor pada pertengahan Oktober lalu.

"Kalau enggak salah (dikembalikan) bulan kemarin," kata Asiantoro di Balai Kota Jakarta, Jumat (21/12).

Asiantoro menyebut uang tersebut telah dikembalikan ke Biro Administrasi Sekretariat Daerah (ASD).

Menurut Asiantoro, dari dana sponsor sebesar Rp70 juta yang diberikan pada Ratna, yang bisa dikembalikan hanya sebesar Rp10 juta saja.

Sedangkan sisanya yang berasal dari dana sponsor, kata Asiantoro, telah hangus, salah satunya dikarenakan tiket pesawat yang dibeli tak bisa dikembalikan.

"Enggak full, kan sudah dipakai beli (tiket) ya enggak baliklah, cuma sisa Rp10 juta," ujar Asiantoro.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta meminta biaya perjalanan dan uang saku sebesar Rp70 juta yang diberikan pada Ratna Sarumpaet untuk terbang ke Santiago, Chile, Amerika Selatan dalam bentuk sponsor, dikembalikan.

"Kalau tidak jadi berangkat harus dikembalikan (dana sponsor)," kata Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri Pemprov DKI Mawardi di Balai Kota Jakarta, Jumat (5/10).

Ratna sebelumnya mengaku dibiayai Pemprov DKI untuk berangkat Chile. Perjalanan ke Chile itu untuk menghadiri sebuah acara.

Namun, perjalanannya ke Chile gagal karena Ratna diturunkan dari dalam pesawat sesaat sebelum lepas landas. Pihak Imigrasi dan kepolisian menangkap Ratna karena sudah jadi tersangka dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks soal penganiayaan.

Berkas Ratna Mandek

Berkas kasus Ratna diketahui masih tertahan di Satreskrim Polda Metro Jaya hingga saat ini. Seperti diketahui, berkas Ratna sudah sempat diberikan ke Kejaksaan, namun karena alasan belum lengkap, berkas tersebut dikembalikan ke polisi pada 22 November silam.

Namun demikian, polisi berdalih proses pelengkapan berkas tinggal beberapa hal. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono memastikan polisi akan tetap profesional.

"(Berkas) Sudah selesai. Tinggal penjilidan atau apa," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jumat (21/12).

Argo mengatakan pihaknya memang membutuhkan waktu dalam menyidik kasus. Dia menjelaskan polisi perlu waktu lama untuk menyusun berkas agar dipahami oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Kita profesional dalam menyidik kasus ini. Semua kan memerlukan waktu. Bagaimana kita membuat terang pidana itu. Sehingga JPU akan bisa memahami dan menilai semua lengkap," tegas Argo.

Polisi Jelaskan Alasan Mandeknya Berkas Ratna SarumpaetKabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono. (CNN Indonesia/Fajrian)
Profesionalitas polisi juga diberikan terkait kesehatan Ratna. Argo meyakinkan bahwa kesehatan Ratna selama di tahanan dijaga dengan baik.

"Kalau sakit ada dokter, bisa kita rujuk ke Kramat Jati. Enggak masalah," tutup dia.

Sebelumnya Kuasa Hukum Ratna Sarumpaet, Insank Naszrudin mempertanyakan kelengkapan berkas Ratna. Menurutnya proses pemberkasan kliennya sampai saat ini masih mandek.

"Ya sampai saat ini proses berkas kami nilai mandek makanya hari ini kami akan tanyakan lagi ke penyidik nanti," ujar Insank.

Kasus hoaks Ratna bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tak di kenal di Bandung. Ratna baru belakangan memberi pernyataan bahwa dirinya dipukuli itu bohong. Ia mengatakan wajahnya lebam karena menjalani operasi plastik.

Atas kebohongan publik itu Ratna dijerat Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (ctr/ain)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2T50B3A
December 22, 2018 at 05:41AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2T50B3A
via IFTTT
Share:

Monday, December 10, 2018

Mengadu ke KPU-Bawaslu, BPN Ingin Dilibatkan dalam Analis DPT

Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berharap pencermatan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh elemen terkait.

Elemen terkait yang dimaksud adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kemendagri melalui Dinas Kependudukan Catatan Sipil dan partai politik peserta pemilu.

Pengecekan secara bersama ini untuk menghindari perbedaan pendapat pasca penetapan DPT. Sehingga seluruh pihak bisa memahami bahwa DPT yang ditetapkan adalah data yang sudah valid.

Hal ini disampaikan sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mewakili BPN usai menemui Komisioner KPU Ri dan Bawaslu RI, Senin (10/12). Hadir juga dalam pertemuan tersebut di antaranya Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria dan Habiburokhman. Selain itu, Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso.

"Duduk bersama untuk membuka mencermati data secara lengkap dan detil, serta mempunyai metode cara yang sama (dalam menganalisis) sehingga hasilnya pun sama," ujar Hinca di kantor Bawaslu RI, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (10/12).

Sedianya, rapat pleno penetapan DPT hasil perbaikan (DPTHP) III dilakukan pada 16 Desember 2018. Hinca berharap, sebelum waktu penetapan itu partai politik sudah mendapat kepastian bisa ikut melakukan pengecekan.

Di sisi lain, pihaknya juga meminta ketua DPP masing-masing parpol koalisi Prabowo-Sandiaga untuk menggelar rapat pleno tingkat provinsi terkait data DPT.

Langkah ini untuk menyeimbangkan analisis DPT tingkat daerah. Sehingga sebelum data dari KPU Provinsi disampaikan ke Pusat sudah dikroscek juga di tingkat provinsi.

Pleno KPU tingkat provinsi sendiri, kata Hinca, digelar pada 12 Desember 2018.

Hinca berharap, dalam waktu dekat usulan pihaknya agar dilibatkan dalam pengecekan data DPT bisa di setujui KPU dan Bawaslu.

"Mudah-mudahan dalam 1-2 hari ini bisa tercapai kesepakatan duduk bersama," kata Hinca.

Hinca mengakui alasan pihaknya minta dilibatkan dalam proses analisis data DPT didasarkan pada kekhawatiran akurasi data. Misalnya, ketika Dukcapil Kemendagri menyebut ada 31 juta pemilih yang belum masuk DPT.

Agar tidak terjadi kesalahpahaman pandangan terkait DPT, menurut Hinca, maka sedianya data dianalisis bersama seluruh pihak.

"Menurut kami harus diperbincangkan bersama-sama yaitu datangnya data dari Kemendagri yang 31 juta pemilih. Ini banyak dan penting bagi kita semua," ujarnya.

Sebelumnya, Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrullah mengatakan bahwa 31 juta pemilih yang tidak masuk ke DPT adalah warga sudah merekam data untuk e-KTP, tapi belum ada di dalam DPT. Angka ini diketahui setelah Dukcapil Kemendagri melakukan analisis data pasca penetapan DPT oleh KPU pada 5 September lalu.

Langkah analisisnya, data Daftar Penduduk Pemilih Potensial (DP4) yang telah diserahkan pada pada 15 Desember 2017 itu, jumlahnya sekitar 196 juta data. Kemudian disandingkan dengan DPT yang telah ditetapkan, yakni sekitar 187 juta data. Ternyata hanya 160 juta data saja yang selaras. Dengan demikian ada sekitar 31 juta data yang tidak selaras.

"Analisis ini dilakukan karena kita punya database kependudukan yang aktif, yang tiap 6 bulan diperbaiki, maka Kemendagri menyandingkan DPT dengan DP4 yang 196 juta itu. Yang sinkron 160 juta. Yang tidak sinkron ada 31 juta," kata dia.

Ia pun menegaskan bahwa pihaknya tidak menyelundupkan data pemilih karena tidak ada penambahan data pemilih, melainkan ada data yang tidak sinkron antara DP4 dan DPT. (FHR/age)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zRG8rv
December 11, 2018 at 05:41AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2zRG8rv
via IFTTT
Share: