Showing posts with label 2018 at 09:44PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 09:44PM. Show all posts

Saturday, December 29, 2018

Ma'ruf Maafkan Penyebar Video Hoaks Kostum Sinterklas

Pandeglang, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin menerima permintaan maaf pria berinisial S yang berstatus tersangka penyebar video hoaks dirinya berkostum sinterklas.

Ia menyatakan sudah kewajiban baginya sebagai seorang ulama untuk memaafkan seseorang yang telah mengakui kesalahannya.

"Ya, sebagai seorang kiai tuh kalau ada orang minta maaf itu ya seperti saya katakan kemarin juga tentu harus saya maafkan," kata Ma'ruf saat ditemui di Pesantren Mathla'ul Anwar Linahdlatil Ulama, Pandeglang, Banten, Sabtu (29/12).

S sebelumnya telah menuliskan permintaan maaf kepada Ma'ruf. Surat tersebut diketahui telah dititipkan ke Tim Kampanye Daerah (TKD) Provinsi Aceh.

Ma'ruf sendiri mengaku merasa dirugikan terkait perlakuan tersebut. Ia pun berpesan agar peristiwa itu menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tak menyebarkan kabar hoaks di kemudian hari.

"Jangan sampai ada pihak yang dirugikan seperti saya, kan akhirnya dirugikan dengan hoaks itu. Kita harap tidak ada hoaks-hoaks seperti itu," kata mantan Rais Aam PBNU itu.

Lebih lanjut Ma'ruf mengapresiasi kepolisian yang cepat menangani kasus tersebut. Mengenai kelanjutan proses hukum, ia menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada polisi.

"Karena itu memang tindakan pihak kepolisian untuk mencegah penyebaran hoaks secara lebih luas, karena itu sudah merugikan suatu pihak, itu patut dipuji dan diapresiasi," kata Ma'ruf.

(rzr/wis)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SqBjwO
December 29, 2018 at 09:44PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2SqBjwO
via IFTTT
Share:

Saturday, December 15, 2018

Dilarang Mega, Kapitra Batal Polisikan SBY soal Bendera

Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus PDI Perjuangan, Kapitra Ampera menyebut hampir saja dirinya melaporkan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke kepolisian terkai kasus bendera dan baliho Demokrat yang dirusak di Pekanbaru, Rua. Laporan urung dilayangkan karena Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri melarangnya. 

"Ya awalnya demikian (akan laporkan SBY), tapi saya tahan dulu," kata Kapitra Ampera melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia, Minggu (16/12). Kapitra hari ini sudah sempat ke Direktorat Kriminal Umum Polda Riau di Pekanbaru untuk melaporkan SBY, namun dibatalkan.

Kapitra mengatakan, Megawati melarangnya melaporkan SBY untuk menghormatinya sebagai Presiden RI ke-6. 

"Ketua umum saya (Megawati) mengatakan harus menghormati Pak SBY karena beliau mantan kepala negara. Ibu Megawati juga berpesan jangan melawan kekerasan dengan kekerasan," kata Kapitra.

Selain itu, dia juga mengatakan masih menunggu sikap dan keputusan DPP PDIP yang baru akan menggelar rapat pada Selasa lusa (18/12).


"Rapat itu akan memutuskan dilaporkan atau tidaknya SBY ke kepolisian," kata Kapitra.

Kapitra menyebut banyak tuduhan tak berdasar dari Partai Demokrat, hingga penggiringan opini di media massa yang menyebut PDI Perjuangan merupakan aktor di balik perusakan bendera sepanjang jalan utama Pekanbaru tersebut.

Seperti diketahui, baliho dan bendera tersebut sekiranya untuk menyambut kedatangan SBY bersama Ani Yudhoyono di Pekanbaru. Di saat bersamaan, capres petahana Jokowi juga sedang melakukan kunjungan di provinsi yang sama.

Dilarang Mega, Kapitra Batal Polisikan SBY soal BenderaSBY mengamati bendera Demokrat yang dirusak di Pekanbaru. (Dok. Partai Demokrat)

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan pelaku perusakan baliho Demokrat di Pekanbaru, Riau, mengaku dibayar Rp150 ribu per orang atas perintah dari partai yang sedang berkuasa.

Presiden Joko Widodo sebelumnya juga sudah angkat bicara mengenai gaduh di Pekanbaru ini. Menurutnya, seluruh lapisan masyarakat harus menjaga suasana saat tahun politik.


"Caleg, parpol dalam kontestasi Pilpres mari jaga ketenangan, kesejukan dalam memasuki tahun politik. Jangan sampai memanasi dengan cara yang tidak beradab," kata Jokowi di Grand Suka, Pekanbaru, Sabtu (15/12).
Kasus Bendera, Kapitra Akui Hampir Polisikan SBYSBY bersama elite Partai Demokrat saat meninjau banyaknya baliho yang dirusak di Riau, Sabtu (15/12). Dok. Partai Demokrat
Jokowi menegaskan seluruh masyarakat baik pendukung, calon legislatif, dan partai politik harus berpolitik dengan etika.

"Semuanya ini kita bicara semua tim, partai, caleg harus saling menghargai hormati baik bertutur kata, pemasangan spanduk, dan baliho, semuanya," ucap mantan Wali Kota Solo ini. (ain)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EvNDZp
December 16, 2018 at 09:44PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2EvNDZp
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

Wiranto: Tindak Tegas Bila Aparat Ikut Rusak Polsek Ciracas

Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto meminta oknum aparat yang terlibat dalam pembakaran Mapolsek Ciracas ditindak tegas melalui proses hukum. Kepolisian sampai saat ini belum berhasil mengidentifikasi massa yang merusak dan membakar Polsek Ciracas pada Rabu dini hari lalu.

Wiranto menyatakan tindakan penyerangan itu sudah menjadi bukti kuat bahwa oknum aparat itu tak menaati aturan yang berlaku.

"Kalau ada peristiwa, seandainya atau diduga ini merupakan oknum yang tidak menaati, tidak setia pada pemerintah ditindak tegas aja. Ada hukumnya, ada undang undang-undangnya, ada peraturannya, tegas aja," kata Wiranto saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (13/12).

Mantan Panglima ABRI itu menegaskan tiap personel keamanan, baik TNI maupun Polri harus patuh dan tunduk terhadap aturan yang berlaku di Indonesia

Wiranto juga tak menginginkan insiden tersebut menimbulkan gesekan dan permusuhan antara TNI dan Polri. Ia menegaskan kondisi Indonesia akan tetap aman bila TNI dan Polri bersatu.

"Intinya jangan sampai antar aparat kita, aparat keamanan itu bermasalah. Negeri ini bisa aman kalau aparat keamanan kita menyatu," kata dia.

Lebih lanjut, Wiranto turut menyinggung instruksi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jendral Tito Karnavian agar personel TNI dan Polri tetap bersatu menjaga stabilitas keamanan negara.

Ia mengimbau pasukan TNI maupun Polri yang bertugas di lapangan mematuhi instruksi pimpinannya tersebut.

"Nah, ke bawah harus melaksanakan itu. Tribata, sapta marga semua prajurit mengisyaratkan bahwa setia dan tunduk kepada perintah atasan," kata dia.

Wiranto berharap agar konflik antara pasukan TNI dan Polri tak terulang. Apabila hal itu terjadi kembali, kata dia, dipastikan mengganggu situasi keamanan nasional.

"Saya pernah di sana [TNI] dan itu bisa kita laksanakan. Jangan sampai hal-hal kecil seperti itu mengakibatkan institusi yang besar ini, yang menjaga keamanan nasional, bisa terganggu,  ya," ujarnya. (rzr/wis)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Ei7zxJ
December 13, 2018 at 09:44PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2Ei7zxJ
via IFTTT
Share:

Friday, December 7, 2018

Jokowi soal Spanduk #JokowiBersamaPKI: Sabar, Sabar, Sabar

Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo angkat suara mengenai spanduk bertuliskan #JokowiBersamaPKI di masa kampanye Pilpres 2019 ini. Spanduk putih bernada fitnah itu terpasang di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Banyak disampaikan di bawah isu Presiden Jokowi itu PKI. Dan bahkan akhir-akhir ini banyak spanduk seperti itu. Saya empat tahun ini sabar, sabar, sabar," kata Jokowi di Bumi Perkemahan Ragunan, Jumat (7/12).

Spanduk itu sudah terpasang pada Selasa (4/12). Dalam spanduk tertulis #PKIBerkedokPancasila, #JKWBersamaPKI, #JKWHoaksNasional, #JKWSontoloyoNasional, #JKWGenderuwoNasional, 2019 Tenggelamkan PKI.

Selain itu, nampak pula tulisan 'Prabowo-Sandi for Presiden Indonesia Kuat'. Foto Prabowo dan Sandi turut terpajang di bagian kanan beserta nomor urut 02 dan lambang parpol pengusungnya dalam Pilpres 2019.

Jokowi mengaku selama ini diam saja dan isu itu terus beredar. Padahal, ia dalam beragam kesempatan belakangan ini telah mengklarifikasi hal tersebut tetapi spanduk itu malah terpasang beberapa hari lalu.

Mantan Wali Kota Solo ini menegaskan bahwa ia baru lahir pada 1961 dan PKI sudah bubar pada 1965. Ia juga mengklarifikasi beredarnya foto seseorang yang mirip dengannya saat pimpinan PKI DN Aidit berpidato pada 1955.

Ia berpendapat hal ini betul-betul harus diluruskan sebab berdasarkan survei sekitar 9 juta masyarakat Indonesia masih percaya isu itu.

"Apa ada PKI balita? Cara berpolitik seperti itu harus dihentikan. Itu merusak cara kita berdemokrasi dan mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara," tuturnya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta masih memburu pelaku pemasangan spanduk itu. Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Puadi menyebut konten spanduk diduga mengandung unsur menghasut dan mengadu domba seperti yang tertuang dalam Pasal 280 UU No 7 tahun 2017 Pasal 1 butir d.

Batas waktu untuk menelusuri pemasangan spanduk yakni 7 hari, atau pada Selasa (11/12) pekan depan. Jika tidak ada alat bukti yang memuaskan, Bawaslu tidak akan melanjutkan penelusuran. (chri/osc)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2G4kUMO
December 07, 2018 at 09:44PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2G4kUMO
via IFTTT
Share:

Friday, November 23, 2018

Tuesday, November 20, 2018

Riko: Timnas Indonesia Semakin Kompak Jelang Lawan Filipina

Jakarta, CNN Indonesia -- Winger Timnas Indonesia Riko Simanjuntak mengatakan skuat Merah Putih semakin kompak jelang menjalani laga krusial Grup B Piala AFF 2018 melawan Filipina, Minggu (25/11).

Setelah menelan dua kekalahan dari Singapura dan Thailand dan mengalahkan Timor Leste, Timnas Indonesia akan menghadapi Filipina pada laga terakhir Grup B. Kemenangan besar wajib diraih Timnas Indonesia atas Filipina untuk menjaga peluang lolos ke babak semifinal.

Namun sebelum menjalani pertandingan terakhir, nasib Timnas Indonesia juga akan ditentukan hasil laga Filipina vs Thailand, Rabu (21/11). Indonesia dipastikan tersingkir jika Filipina mampu menahan imbang Thailand.

Riko yakin Timnas Indonesia masih memiliki peluang lolos ke semifinal Piala AFF 2018. Pemain Persija Jakarta itu juga optimistis Timnas Indonesia bisa mengalahkan Filipina di pertandingan terakhir.

Timnas Indonesia butuh Thailand mengalahkan Filipina untuk menjaga peluang lolos ke semifinal Piala AFF 2018.Timnas Indonesia butuh Thailand mengalahkan Filipina untuk menjaga peluang lolos ke semifinal Piala AFF 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Saya tetap optimistis karena rezeki sudah ada yang mengatur, yang penting kita tetap mempersiapkan tim untuk lawan Filipina. Kami yakin, kami main di kandang sendiri dan yakin dapat poin maksimal," kata Riko usai latihan di Lapangan C Senayan, Selasa (20/11).

Meski sedang mengalami masa-masa sulit di Piala AFF 2018, Riko memastikan skuat Garuda dalam kondisi terbaik. Riko bahkan mengatakan skuat Timnas Indonesia semakin kompak.

Timnas Indonesia akan menghadapi Filipina pada 25 November mendatang.Timnas Indonesia akan menghadapi Filipina pada 25 November mendatang. (Chalinee THIRASUPA / AFP)
"Selain kondisi tim, hubungan dengan teman-teman juga sudah baik. Di Thailand kami juga mendapat perhatian khusus. Jadi saya semakin optimistis. Di luar [lapangan] kami juga semakin kompak supaya juga terjalin di lapangan," ucap Riko.

Terkait kritik negatif yang saat ini diterima tim pelatih Timnas Indonesia, terutama melalui media sosial, Riko menganggap kritik adalah hal yang biasa terjadi.

"Saya rasa itu biasa. Hasil seperti ini sangat biasa di profesional. Tapi yang penting kritik itu untuk membangun," ujar Riko. (TTF)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2A7goa8
November 20, 2018 at 09:44PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2A7goa8
via IFTTT
Share: