Showing posts with label 2018 at 11:19PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 11:19PM. Show all posts

Friday, December 28, 2018

VIDEO: Terjebak di Pulau, 93 Turis China di Sulut Dievakuasi

Dok. Bakamla, CNN Indonesia | Jumat, 28/12/2018 16:19 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- KN Gajah Laut Bakamla mengevakuasi 93 wisatawan China yang terjebak badai di Perairan Serei, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Kamis (27/12) malam.

Sebelumnya, kapal yang digunakan wisatawan tidak mampu beroperasi karena angin kencang dan ombak tinggi. Proses evakuasi berjalan aman dan lancar meskipun gelombang cukup tinggi. Seluruh wisatawan tiba di Pangkalan Bakamla Serei pukul 23.45 WITA dan kembali ke Manado menggunakan bus.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EWP7Mm
December 28, 2018 at 11:19PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2EWP7Mm
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 26, 2018

Warga Malaysia Jadi Korban Tsunami Selat Sunda

Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang warga Malaysia dilaporkan turut menjadi korban yang terluka akibat tsunami di Selat Sunda, yang menghantam pesisir Banten dan Lampung pada Sabtu pekan lalu. Basarnas melaporkan warga Malaysia itu bernama Khairul Umam Masduki.

Dia diketahui mengalami luka di kakinya akibat terseret gelombang air, meski pada akhirnya berhasil selamat karena segera menuju dataran tinggi ketika tsunami terjadi.

"Basarnas menerima informasi terkait korban yang saat ini tengah berada di posko penyelamatan sementara di Kalianda, Lampung Selatan, pada pukul 11.00 waktu lokal," ucap pernyataan Basarnas seperti dikutip Malay Mail pada Rabu (26/12).

Warga Negeri Jiran tersebut dilaporkan telah dibawa ke Rumah Sakit Bob Bazar, Kalianda, untuk mendapat perawatan.

Juru bicara Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta menuturkan pihaknya terus berkomunikasi dengan Basarnas untuk memberikan bantuan, termasuk bantuan kekonsuleran bagi warganya yang terdampak bencana tsunami tersebut.

Gelombang tsunami setinggi satu hingga lima meter yang menerjang pesisir pantai Serang, Banten, dan Lampung pada Sabtu (22/12) itu diduga terjadi akibat longsor bawah laut. Hal itu diduga dipicu oleh letusan Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda.

Hingga kini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 430 meninggal dunia, 1.495 korban luka, dan 159 orang masih hilang akibat bencana tersebut.

Selain korban tewas, bencana tsunami Selat Sunda menyebabkan 16 ribu warga mengungsi karena kehilangan tempat tinggal.

BNPB memperkirakan jumlah korban tewas dan luka, serta kerusakaan materiil bisa bertambah.

Tsunami pada akhir pekan lalu pun memicu perhatian dunia. Sebagian media asing arus utama seperti CNN, The Guardian, Reuters, BBC, hingga Al Jazeera turut menjadikan bencana tersebut sebagai berita utama selama beberapa hari terakhir.

Sejumlah kepala negara seperti Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, PM Australia Scott Morrison juga telah mengucapkan duka cita kepada Presiden Joko Widodo terkait bencana tersebut.

Beberapa negara lainnya seperti China, Malaysia, hingga Israel juga telah mengucapkan simpati serupa.

Selain ucapan, sejumlah negara, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Eropa juga berjanji akan segera menyalurkan bantuan kemanusiaan jika pemerintah Indonesia membutuhkan.

"PBB siap membantu proses evakuasi dan penanggulangan bencana yang tengah dilakukan pemerintah Indonesia," ucap juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui pernyataan. (rds/ayp)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EM63UX
December 26, 2018 at 11:19PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2EM63UX
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 20, 2018

DMI Tak Sependapat Soal Cap Masjid Terpapar Radikalisme

Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin menanggapi laporan yang menyebut banyak masjid terpapar radikalisme. Mantan Wakapolri itu mengatakan, radikalisme sejatinya berasal dari para individu atau kelompok yang membawa.

"Unsur radikalisme bukan ditujukan kepada masjidnya," ujar Syafruddin di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/11).

Bahkan, Syafruddin berani menjamin bahwa tidak ada unsur-unsur radikalisme yang bersemayam di masjid. Syafruddin meyakini bahwa Badan Intelijen Negara (BIN), yang mengumumkan temuan ada radikalisme di sejumlah masjid di lingkungan kementerian, lembaga, dan BUMN, merujuk pada individu belaka.


"Bukan itu yang dimaksud BIN, maksudnya itu orang-orang, bukan masjid. Itu bahasanya saja," imbuhnya.

Merespons agar isu radikalisme tersebut tak meliar, Syafruddin mengatakan bahwa masjid-masjid perlu disibukkan dengan kegiatan positif. Dengan demikian, fungsi masjid akan terpenuhi dengan sendirinya dan masjid tetap terjaga kesuciannya.

Selain itu, dia menuturkan, masjid juga masih perlu membuka diri terhadap segala bentuk kajian agama.

"Itulah makanya dewan masjid, remaja masjid, organisasi organisasi yang di bawah anak-anak daripada dewan masjid itu membuat kegiatan yang positif demi kemasalatan umat," pungkas Syafruddin.

Diketahui Badan Intelijen Negara (BIN) mengungkap ada 41 dari 100 masjid di lingkungan kementerian, lembaga serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terindikasi telah terpapar radikalisme.

"Yaitu, 11 masjid kementerian, 11 lembaga, dan 21 masjid BUMN," ujar Staf Khusus Kepala BIN Arief Tugiman, dalam diskusi Peran Ormas Islam dalam NKRI di Kantor Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Jakarta, Sabtu (17/11).

Arief mengatakan terdapat tiga kategori tingkat paparan radikalisme dari 41 masjid tersebut. Pada kategori rendah ada tujuh masjid, 17 masjid masuk kategori sedang dan 17 masjid masuk kategori tinggi.

Selain itu, Arief menjelaskan secara keseluruhan dari hasil pendataan BIN, ada sekitar 500 masjid di seluruh Indonesia yang terindikasi terpapar paham radikal.

"Dai-dai kita mohon bisa diberdayakan untuk bisa memberikan dakwah yang menyejukan dan sekaligus mengkonter paham-paham radikal yang sekarang beredar," ujarnya.

Di samping persoalan masjid, BIN juga menyoroti degradasi ideologi yang tengah terjadi. Persoalan utamanya kata dia adalah meningkatnya konflik sosial berupa agama dan SARA, serta konten provokatif yang beredar di media massa.

Berdasarkan hasil penelitian BIN dengan salah satu Universitas Islam di Jakarta terhadap guru agama di madrasah mulai tingkat SD sampai SMA, Arief mengatakan sebanyak 63,70 persen memiliki opini intoleran terhadap pemeluk agama lain.

"62,22 persen setuju hanya sistem pemerintahan berbasis syariat Islam yang terbaik untuk Indonesia. Ini guru agama," katanya.

Sementara itu sebanyak 75,98 persen setuju pemerintah harus memberlakukan syariat Islam, lalu 79,72 persen setuju umat Islam wajib memilih pemimpin yang memperjuangkan syariat Islam. (bin/ain)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2AaUe70
November 20, 2018 at 11:19PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2AaUe70
via IFTTT
Share: