Showing posts with label 2019 at 03:50AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 03:50AM. Show all posts

Wednesday, January 16, 2019

OJK Sebut Multifinance Bermodal Cekak Sedang Gaet Investor

Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan sejumlah perusahaan pembiayaan (multifinance) bermodal cekak atau di bawah Rp100 miliar sedang berusaha menggaet investor asal Jepang, Korea, Tiongkok dan Singapura untuk membantu mereka menambah modal agar sesuai dengan aturan yang ditetapkan OJK.

Perusahaan tersebut saat ini sedang melakukan uji tuntas (due diligence) dengan investor. Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (INKB) 2B Bambang W Budiawan menjelaskan pihaknya sedang mengecek perusahaan tersebut.

"Jumlah perusahaan yang modalnya di bawah Rp100 miliar ada 46 perusahaan. Beberapa kami cek mereka sedang melakukan due diligence," ucap Bambang di Jakarta, Rabu (16/1).


Bambang enggan menjelaskan lebih rinci nama dan jumlah perusahaan yang sedang melakukan pendekatan dengan investor luar negeri. Namun, ia membocorkan bahwa ada tujuh perusahaan yang memiliki modal di bawah Rp40 miliar dan lima perusahaan yang modalnya negatif.

"Tujuh perusahaan masih di bawah Rp40 miliar tapi saya lihat setengahnya bisa diperbaiki. Kalau ditekan mereka bisa keluar dari masalah ini (permodalan)," tutur Bambang.

Ia percaya jika investor dari empat negara itu resmi menanamkan dana di perusahaan pembiayaan di Indonesia, maka industri multifinance masih positif. "Saya lihat pasarnya juga bagus, jadi mungkin saja mereka masuk," imbuh Bambang.


Bambang mengaku pihaknya terus memonitor ketat 46 perusahaan yang memiliki modal di bawah Rp100 miliar. Bila laporan rutin yang diberikan multifinance semakin memburuk, OJK akan memanggil manajemen perusahaan itu.

"Tim buser akan semakin akan semakin sayang dengan multifinance itu, dipanggil untuk dimintai komitmen memperbaiki diri," jelas Bambang.

Mengutip data OJK per November 2018, jumlah aset perusahaan pembiayaan di industri memang meningkat sebesar 6,12 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp500,39 triliun. Lebih rinci, aset itu terdiri dari perusahaan pembiayaan konvensional sebesar Rp477,51 triliun, dan syariah Rp22,88 triliun.

Dari sisi penyaluran pembiayaannya, multifinance mencatatkan pertumbuhan 5,14 persen secara tahunan menjadi Rp433,86 miliar. Pembiayaan itu terdiri dari pembiayaan multiguna sebesar Rp254,29 triliun, investasi Rp135,69 triliun, modal kerja Rp23,87 triliun, dan syariah Rp19,87 triliun.

(aud/agt)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Fu4agQ
January 17, 2019 at 03:50AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2Fu4agQ
via IFTTT
Share:

Thursday, January 10, 2019

11 Gempa Beruntun Guncang Selat Sunda, Tak Berpotensi Tsunami

Jakarta, CNN Indonesia -- Gempa bumi beruntun terjadi sebanyak 11 kali di wilayah Selat Sunda pada Kamis (10/1) sore namun tidak berpotensi tsunami. Demikian keterangan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Aktivitas gempa tersebut tidak menyebabkan peningkatan kenaikan muka air laut di sepanjang pantai Selat Sunda," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (9/1), seperti dikutip Antara.

BMKG mencatat terjadi 11 kali gempa bumi dengan magnitudo rata-rata 3,0 dan semakin menurun menjadi 2,8 dengan kedalaman hiposenter satu kilometer pada rentang waktu mulai 16.59 WIB 18.35 WIB. Aktivitas gempa ini berada dalam radius 36.5 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Rahmat mengatakan hasil monitoring BMKG melalui Tide Gauge milik Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Water Level milik BMKG menunjukkan hingga pukul 18.35 WIB aktivitas gempa tersebut tidak menyebabkan peningkatan ketinggian muka air laut atau tsunami.

Aktivitas gempa tersebut terdeteksi di tujuh stasiun seismik milik BMKG yakni di Tangerang, Serang, Cigeulis, Muara Dua, Bandar Lampung, Sukabumi, dan Liwa.

Sejak terjadi tsunami di Selat Sunda pada 22 Desember 2018 hingga Kamis 10 Januari 2019 hasil monitoring BMKG telah berhasil menentukan paramater 28 aktivitas kegempaan di Gunung Anak Krakatau.

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi atau berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Informasi resmi hanya bersumber dari BMKG," tegasnya. (wis)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FokrmC
January 11, 2019 at 03:50AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2FokrmC
via IFTTT
Share: