Djoko mengutarakan hal tersebut untuk membela ucapan Prabowo yang dianggap merendahkan profesi ojek online oleh sejumlah pihak.
"Kalau mengenai kata-kata, biasalah. Namanya gurau-gurau. Dia biasa di tentara," kata Djoko di Gedung Joang, Menteng, Jakarta, Jumat (23/11).
Djoko yakin Prabowo tidak bermaksud merendahkan atau melecehkan profesi ojek online. Menurutnya, Prabowo tidak pernah merendahkan orang lain, termasuk juga pekerjaannya. Dia berani menyimpulkan itu karena puluhan tahun bertugas bersama di militer.
"Saya 40 tahun jadi anak buahnya. Hatinya bersih. Dia jujur," ucap Djoko.
Djoko sendiri menganggap ojek online bukan profesi yang bagus bagi anak muda. Djoko mengaku tidak senang ketika melihat anak muda bekerja sebagai ojek online. Alangkah lebih baik, lanjut Djoko, jika generasi muda bekerja sebagai dokter, polisi, atau tentara."Mereka (ojek online) itu hanya bagian dari kapitalisme," kata Djoko.
Perihal banyaknya anak muda yang menjadi ojek online, Djoko menganggap itu adalah akibat dari sempitnya lapangan pekerjaan. Dia mengamini hal itu adalah realita yang ada saat ini.
Sebelumnya, calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menyinggung banyaknya generasi muda yang bekerja sebagai ojek online. Dia mengatakan hal tersebut saat berbicara di acara Indonesia Economic Forum 2018 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (21/11). Pernyataannya lantas menjadi polemik.Cawapres Sandiaga Uno lantas menjelaskan maksud Prabowo. Menurut Sandi, Prabowo tidak bermaksud melecehkan. Prabowo, lanjutnya, justru ingin ada kesempatan kerja yang lebih luas dan beragam.
"Justru Pak Prabowo ingin mengangkat untuk bisa memiliki kesempatan yang lebih banyak atas pekerjaan baru yang lebih berkualitas," kata Sandi di Balai Sudirman, Jakarta, Kamis (22/11). (bmw)
https://ift.tt/2QeS8wB
November 24, 2018 at 04:04AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2QeS8wB
via IFTTT
0 Comments:
Post a Comment