
"Pemerintah terus melakukan upaya-upaya pembebasan terhadap 3 WNI yang saat ini masih disandera di Filipina Selatan dengan menggunakan seluruh aset yang dimiliki di Indonesia maupun di Filipina," ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Lalu Muhamad Iqbal, Sabtu (5/1).
Melanjutkan pernyataannya, Iqbal berkata, "Dalam proses tersebut, keselamatan sandera selalu menjadi perhatian utama."
"WNI dalam video diculik bersama WNI lainnya atas nama Usman Yunus yang sudah lebih dahulu membebaskan diri pada Desember 2018," tutur Iqbal.
Iqbal tak menjabarkan lebih lanjut mengenai identitas WNI tersebut. Namun, The Star melaporkan bahwa pria tersebut teridentifikasi bernama Samsul Sangunim.
"Tolong saya, bos. Tolong saya. Tolong saya, bos," kata Samsul sambil merintih.
The Star memberitakan bahwa kebanyakan negosiasi diyakini dilakukan langsung antara Abu Sayyaf dan perusahaan pemilik kapal.
Menurut Iqbal, sejak penyanderaan WNI pertama kali terjadi tahun 2016, penyebaran video semacam ini sudah beberapa kali dilakukan oleh penyandera.
Merujuk pada data Kemlu RI, ada 36 WNI disandera di Filipina Selatan sejak 2016 hingga November 2018, 33 di antaranya sudah bebas. (has)
http://bit.ly/2Vs6XvT
January 05, 2019 at 08:13PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2Vs6XvT
via IFTTT
0 Comments:
Post a Comment